No Stunting, Indonesia Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting. Gizi Baik, tinggi dan berprestasi

5 Responses to “21 Balita Meninggal akibat Gizi Buruk di NTB”

  1. palupi mengatakan:

    prihatin dengan gizi buruk yang masih banyak terjadi..

  2. Rumah minimalis mengatakan:

    info yang sangat menyedihkan sekali semoga d masalah ini bisa cepat di selesaikan

  3. onat mengatakan:

    Banyaknya balita kasus gizi buruk Rumah Sakit yang lolos dari konfirmasi/Verifikasi balita BGM di Posyandu, dikarenakan
    1) Adanya balita bukan BGM (berada di kurva/pita kuning) atau Gizi Kurang yang ternyata apabila diukur BB/TB termasuk kurus sekali/sangat kurus
    2) Banyaknya balita dengan tinggi badan termasuk kategori tinggi/sangat tinggi namun berdasarkan berat badan masih jauh belum sesuai tinggi badan nya (Kecukupan protein sdh baik tetapi Energi masih blm mencukupi)
    Penentuan Balita BGM oleh kader posyandu yang tidak akurat
    3) Mobilitas penduduk yang sangat tinggi dikarenakan adanya pendatang/tingginya angka urbanisasi dan banyaknya penduduk musiman (pindah dari kontrakan yang satu ke yang lain atau tidak tinggal menetap)
    4) Banyaknya balita non program (tinggal di wilayah ilegal/non Program atau tidak datang ke penimbangan)

  4. contoh surat mengatakan:

    sangat di sayangkan sekali, semoga pemerintah lebih jeli dalam permasalahan tersebut

  5. Gizi Balita mengatakan:

    Ikut prihatin dengan terjadinya kasus balita meninggal akibat gizi buruk. Terlepas dari apakah hal itu karena kelaparan (dan kemiskinan) atau karena penyakit, semoga ini menjadi perhatian kita semua. Agar jangan ada lagi balita tidak berdosa yang menjadi korban.

Leave a Reply