No Stunting, Indonesia Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting. Gizi Baik, tinggi dan berprestasi

13 Responses to “DUKUNGAN PENYELENGGARAAN BULAN PENIMBANGAN”

  1. H mengatakan:

    H. HUSLAN
    KASI GIZI DINKES KABUPATEN WAJO SULAWESI SELATAN

    Artikel : Inovasi Menciptakan Tempat Bermain Mobile di Posyandu.
    Di dalam Renstra Kementrian Kesehatan 2010-2014 dan Instruksi Presiden No. 3 tahun 2010 telah ditetapkan bahwa pada tahun 2014 sekurangnya 80% anak di timbang secara teratur di Posyandu. Pencapaian kegiatan pemantauan pertumbuhan pada tahun 2011 adalah 71,4%, dan beberapa provinsi telah mencapai di atas 80%, sedangkan propinsi lainnya masih rendah (lampiran dapat diunduh di: http://gizi.depkes.go.id/artikel/dukungan-penyelenggaraan-bulan-penimbangan/), dan atas Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI merencanakan menyelenggarakan bulan penimbangan setiap bulan November, dimulai bulan November 2012 bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional, dan dalam Surat Edaran Himbauan Dukungan Penyelenggaraan Bulan Penimbangan kepada Kementerian Dalam Negeri, Ketua Umum TP. PKK dan Dinas Kesehatan Provinsi. Hal ini kami sambut sangat baik namun masalah kegiatan pelayanan bulan penimbangan di posyandu masih banyak ditemukan kendala, dan setiap kabupaten atau propinsi mempunyai masalaah berbeda dalam hal pelaksanaan bulan penimbangan posyandu sehingga masih ada balita tidak dapat ditimbang di posyandu walaupun sudah dilakukan koordinasi untuk pemberian dukungan semua pihak terkait, karena masalah psikososial belum banyak digali pada ibu balita.
    Dalam artikel ini, saya memberikan masukan logis sederhana kepada semua pihak pemangku pengambil Kebijakan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia apakah kita bisa membuat inovasi dengan menciptakan tempat bermain mobile di posyandu untuk mengubah kegiatan pelayanan di posyandu selama ini sangat monoton, Artinya sambil menimbang Balita dan Bermain. Ide ini adalah menciptakan Model Pemberdayaan Posyandu dengan solusi sederhana dan logis, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan cakupan partisipatif kegiatan pelayanan bulan penimbangan Balita di Posyandu (D/S) dengan media menimbang dan bermain, misalnya bermain odong-odong untuk menciptakan suasana gembira saat anak di timbang dan GRATIS, dilakukan di Posyandu. Modal dan Model Odong-Odong disesuaikan, dan dapat di anggarkan melalui APBD, APBN, DECON atau anggaran berupa Hibah, dan ini merupakan bagian Media Promkes.

    Odong-odong adalah salah satu permainan favorit anak-anak dikalangan menengah ke bawah. Odong-odong yang hanya berbahan sederhana dan tidak memerlukan modal terlalu banyak, mampu menjadi daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat kelas menengah-bawah dan menjadi daya tarik, karena selain ongkosnya murah pun digemari anak-anak mereka. Cuma di Indonesia! dan menyukai sarana permainan anak yang dibuat sangat sederhana.

    Wassalam. Mohon saudara saudari dikembangkan semoga berhasil, dan kamipun rencana ingin mencobanya, karena berdasarkan hasil bimbtek di seluruh puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo ada yang memberikan masukan ide Model Menimbang dan Bermain.

  2. arif zulkarnain mengatakan:

    sebelumnya mohon maaf, bukannya tidak setuju dengan bulan penimbangan (Nopember) akan tetapi kami (Lumajang) sudah sejak tahun 2008 melakukan bulan intensifikasi penimbangan setahun 2 kali yaitu bulan Pebruari dan Agustus , selain bertepatan dengan bulan vitamin A, kami juga mengumpulkan data karakteristik semua balita gizi buruk (BB/U) misalnya : tinggi badan sehingga diketahui Z-skor BB/TB, TB/U, penyakit penyerta, Usia Ibu (untuk mengetahui apakah usia muda atau tidak), Pekerjaan kedua orang tua, pendidikan orang tua, dari keluarga miskin atau tidak, punya Jamkesmas/Jamkesda/tidak, BBLR atau tidak, imunisasi yang belum diterima, anak ke berapa, tingkat kehadiran posyandu 6 bulan terakhir, status ASI Eksklusif.
    D/S bulan agutus :dari tahun 2008 s/d 2012 sebagai berikut : , 97,73%, 95,5%, 95,89%, 94,85%, 92,5%
    D/S bual Pebruari dari tahun 2008 s/d 2012 sebagai bberikut : 96,4%, 96,0%, 95,8%, 94,3%, 92,5%
    nah kalau bulan nopember ada bulan penimbangan lagi apa teman-teman yang di puskesmas tidak mengalami kejenuhan, karena kegiatan bulan intensifikasi pebruari dan agustus membutuhkan kerja yang sangat keras, walaupun kita menargetkan 100% balita harus hadir ke posyandu

  3. Sipri mengatakan:

    Rencana kegiatan dari penimbanagnan Balita ini bagi saya merupakan langkah yang tepat dalam melakukan intervensi terhadap masalah gizi buruk yang saat ini sedang di alami oleh anak-anak. Namun di sisi lain sangat memprihatinkan karena berbagai intervensi telah dilakukan untuk mengatasi malasah gizi namun kenapa masih tetap ada malasah tersebut pada anak-anak kita? Saya mempertanyakan apakah memang ini adalah kutukan atau kesalahan dari penerima intervensi atau ketekadan para pelaksana dalam menjalangkan program ini yang belum menuju pada sasaran yang sebenarnya, dan atau ini adalah kelalaian dari pemegang keputusan (para perencanana , pelaksana). Semoga dengan rencana kegiatan ini dapat memberikan hal dan pelajaran baru bagi kita semua untuk memperbaiki masalah gizi ini bersama melalui tugas kita masing-masing

  4. SOFYAN TAMBIPI mengatakan:

    Bulan penimbangan bertujuan untuk meningkatkan cakupan D/S (partisipasi masy) di Posyandu, hal ini akan membongkar fenomena gunug es permasalahan gizi (terutama gizi buruk, kurang dan lebih). Jika D/S meningkat, maka penemuan kasus gibur dan gikur akan meningkat. Setelah bulan penimbangan dilakukan (berhasil meningkatkan cak D/S), siapkah tenaga gizi di daerah..???, berapa banyak tenaga gizi yg telah terlatih dan mampu mengimplementasikan konseling pemantauan pertumbuhan..!!…., semoga pemahaman tentang Bhakti Husada akan terlihat jelas….
    Tantangan……

    • siswono mengatakan:

      Yth: Pa Sofyan, harus siap… apapun permasalahan yang beranekaragam di masing-masing wilayah. Tenaga, prasana, geografis yg semuanya harus dilakukan secara koferehensif dengan kerja keras, ihklas dan tentunya Pemerintah daerah bertanggungjawab terhadap permasalahan wilayahnya agar penanganan dan intervensi lebih cepat dan tepat… Tks

  5. Syaflini anggidin mengatakan:

    Idee bagus, semoga kegiatan penimbangan anak balita akan lebih baik lagi dan pencapaian D/S akan lebh dari 80%. Tapi menurut saya sebaiknya kegiatan ini dilakukan tidak hanya sekali mnimal dalam 6 bulan sekali sehingga paling tidak kita menggugah hati ibu-ibu balita agar datang ke Penimbangan setiap bulan dan yang penting lagi bagaimana kita mengusahakan agar Kader Posyandu tidak gonta ganti…………………………. Insentifnya dong harus dipikirkan

    • siswono mengatakan:

      Yth pak Saflini, untuk meningkatkan agar ibu-ibu yang mempunyai anak balita datang ke posyandu memang tugas yang tidak mudah. Perlu kerjasama antar lintas sektor misal dengan Depdagri dan aparat desa setempat untuk mengajak warganya datang ke posyandu. Sebenaranya banyak yang harus dibenahi, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya datang ke posyandu, sarana dan prasarana posyandu, insentif para kadernya dan mungkin perlunya komitmen para pemangku jabatan. Sehingga jika semua permasalahan tersebut sudah ditangani mungkin cakupan D/S bisa di atas 80 %. Bravo para kader…

  6. Ema mengatakan:

    Bualan depan ya? Tp kok dr Dinkes blm ada kabar nih?? Ini jg br tau

    • siswono mengatakan:

      Yth: Ibu Ema, memang surat edarannya baru selesai di tanda tangani oleh Menkes pertengahan bulan Oktober dan baru dikirim sekitar minggu ketiga atau empat bulan Oktober. Jadi kalau memang belum siap ya tahun depan.

      Terima kasih
      Wassalam

      • Ema mengatakan:

        Iya pak Sis terima kasih atas informasinya. Kami sebisa mungkin memotivasi kepala puskesmas kelurahan untuk mensukseskan kegiatan ini.

    • Ebru mengatakan:

      Sangat bermanfaat untuk data base gizi.Makasih ya ..ditunggu karya berikutnya definisi BBLR pake indikator lama (cut off 2500 g) atau so pake WHO, 2005???

  7. hamzah mengatakan:

    oke sy dukung
    LANJUTKAN……..

Leave a Reply