No Stunting, Indonesia Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting. Gizi Baik, tinggi dan berprestasi

9 Responses to “JELAJAH POSYANDU – Posyandu Melati I, Kabupaten Lebak, Banten”

  1. Laura mengatakan:

    Dewi Maya mengatakan:Menurut hemat saya, preyok NICE tidak perlu di perpanjang, sepengetahuan saya preyok nice hanya preyok akal-akalan KEPALA DINAS KESEHATAN (selaku manager dalam Proyek NICE) dan staf yang bekerja dalam preyok NICE untuk meraup PULUS sebesar-besarnya, misalnya di sumatera utara (kota medan),1. Rapat yg direncanakan selama 3 hari di suatu hotel, pelaksanaannya hanya 1 hari, sisa yang 2 hari menjadi keuntungan bagi panitia..2. Uang yang di terima peserta rapat juga tidak dengan jumlah yg ditandatangani peserta rapat..3. Biaya yang di gunakan untuk gaji staf dalam preyok nice terlalu besar sehingga biaya operasionalnya cukup tinggi..4. Manfaat yang diterima masyarakat hanya sebagian kecil, semua yang di tulis dalam laporan hanya rekayasa belaka (tidak sesuai kenyataan)..Kalau saya boleh menyarankan, Jika memang ada DANA yang bisa digunakan untuk penanggulangan GIZI BURUK sebaiknya dana yang ada di kelola langsung oleh tenaga pelaksana Gizi di puskesmas masing-masing, supaya dapat memangkas biaya operasional yang tinggi tersebut. dan tenaga Gizi puskesmas lah yang tau apa yang menjadi prioritas penanggulangan gizi buruk di daerahnya masing-masing.. Yang menjadi kendala berikutnya nanti jika dikelola oleh tenaga gizi puskesmas adalah KEPALA PUSKESMAS yang akan selalu mengambil alih Dana tersebut, sehingga hanya sebagian kecil yang dapat diserap masyarakat Ironis memang, karena negara kita sudah dikuasai oleh OTAK_OTAK KORUPTOR kong kalikong dengan pemeriksa baik itu BAWASKO dan BPK sudah biasa, sehingga mereka (OTAK_OTAK KORUPTOR) tidak pernah terjerat hukum, untuk campur tangan KPK dalam hal ini tidak lah memungkinkan, karena hal ini hanya dikatakan KORUPSI KECIL-KECILAN .

  2. Grosir Baju mengatakan:

    Semoga terus melayani masyarakat dengan penuh kasih sayang dan tidak pandang status sosial, salut untuk para kader.

    • Rufi mengatakan:

      mengatakan:ada sopwer baru tuh dari pa Otong kaueaptbn ciamis jawa barat yang bisa melihat langsung datanya dari BB/U, TB/U, BB/TB untuk anak balita dan terus bisa diinterpensi mulai dicoba soalnya mudah praktis, hanya saja TPG harus mampu mengopersikan komputer, tapi percaya siap ko, tapi semua harus punya laptop dan kendaraan dinas opersional soalnya data itu validitasnya akurasinya tepat bila diambil dengan tepat waktu juga tepat sasaran ya sudah tentu tepat interpensinya, ini juga baru terbatas, kondisi geografis, dana, sarana, juga kemauan, sdm dll akan bersinergis semuanya .begitu kan.

  3. Bus Pariwisata mengatakan:

    sukses buat posyandu di seluruh indonesia.

  4. Mariani Posma B mengatakan:

    Semoga tahun 2012 semakin bertambah jumlah kader-kader seperti di posyandu melati1, yang ikhlas membantu program pemerintah….

    • Fato mengatakan:

      jonitowo mengatakan:Indikator pakabiren perencanaan anggaran yang sesuai, tepat dan benar, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan/realisasi kedepan. Perencanaan salah ya apalagi realisasinya. Terkadang usulan program tersebut tidak populis, yang penting bukan tujuan yang benar (nampak benar) dan bahkan bawa2 nama rakyat, tetapi efek nya negatif bahkan parah (contohnya; banyak tapi bersambung ya). Ingin tau rahasia penilaian perencanaan itu sesungguhnya ? gampang dan mudah cara nya

  5. Ro'endah mengatakan:

    Semangat buat para kader posyandu tingkatkan mutu pelayanan posyandu untuk mencegah kasus gizi buruk.
    catat dan laporkan bila menemui balita kurang gizi / BGM.

  6. dawi mengatakan:

    Salut buat para kader yang bisa memotivasi masyarakat untuk berparsitifasi dalam kegiatan posyandu

    • Bonface mengatakan:

      mengatakan:Sebagai sebuah teoosrban pemberdayaan masyarakat ini, cukup baik. Kalau boleh diperkuat pada sisi pemberdayaan masyarakat. Pertanyaan yang paling sulit dijawab adalah apa yang akan ditinggalkan NICE setelah ia keluar di Indonesia. Sebelum projek ini berakhir sebaiknya kita sebagai ahli gizi tidak amnesia terhadap masalah pokok pada program gizi saat ini., Jujur kita akui bahwa kita bukan siapa siapa bagi masyarakat kurang beruntung. Kemiskinan, keterbelakangan, dan diskriminasi akses ekonomi bagi mereka yang kelaparan belum dapat kita atasi. Naiknya pendapatan perkapita pun tidak linier dengan turunnya penderita gizi kurang. Karena jurang sikaya dan simiskin semakin menganga lebar. NICE harus direflikasi oleh pemerintah daerah pasca berlalunya nanti. Tapi pemerintah daerah mana yang mau melakukannya. Oh Tuhan jangan kau buat pemerintah kami amnesia terhadap penderita rakyat kecil yang berjuang untuk bertahan hidup, Masih ada balita 4,9% gizi buruk dan 13% gizi kurang ditahun 2010, bahkan 11,2% gizi buruk di Gorontalo dan 10,6% di NTB. Apa yang dapat kita lakukan dalam percepatan perbaikan gizi? Jawabnya cuma satu yaitu tuntun rakyat kecil menemukan potensinya, jangan beri ikan tapi beri kail. Putus mata rantai kemiskinan dan kebodohan melalui pendidikan berkelanjutan. Sejak dalam kandungan perluas akses pelayanan kesehatan dasar, lahir beri pelayanan kesehatan, sekolah berikan beaiswa, berikan lapangan pekerjaan setelah selesai sekolah, Hanya jika dilakukan dengan baik, Ini butuh waktu 23 tahun untuk memutuskan mata rantai kemiskinan dan terciptanya masyarakat sipil yang sehat optimal. Kenapa lama ..karena hanya satu mahluk Tuhan di muka bumi yang memerlukan waktu pengasuhan paling lama yaitu manusia.

Leave a Reply