No Stunting, Indonesia Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting. Gizi Baik, tinggi dan berprestasi

17 Responses to “Sistem Pelaporan Kasus Gizi Real Time dengan SMS Gateway”

  1. ida mengatakan:

    Gimana programnya? apa sudah running atau masih digodok, mohon informasinya dong…

  2. rini ramadani mengatakan:

    Saya mao tau definisi gizi buruk itu apa….????

    • Eko mengatakan:

      gizi buruk adalah salah satu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi terutama sumber energi dan protein. Tanda-tanda anak gizi buruk anak tampak sangat kurus (marasmus) atau edema pada kedua punggung kaki (kwashiorkor) atau berat badan tidak sesuai dengan tingginya. Untuk lebih jelasnya dapat didownload pedoman terkait gizi buruk dan kepmenkes nomor : 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak. Terima kasih

  3. lilies mengatakan:

    Salut! ada terobosan baru pada sistem info gizi…sayang! di daerah kami Kab. Banjarnegara masih kurang petugas gizi yang kompeten….mohon kemenkes alokasikan petugas gizi buat kami…dari 35 puskesmas ada 10 yang belum ada petugas gizinya..jadi agar sistem info gizi bisa berjalan lancarrr…penuhi dulu SDM dan sarana prasarana Gizi di daerah…Ok kami tunggu realisasinya.

  4. ika mengatakan:

    Tolong saya minta data soal ASI eksklusif dan status gizi di DI. Yogyakarta minggu ini karena untuk skripsi

  5. Ridwansulaeman rasyid mengatakan:

    ada sopwer baru tuh dari pa Otong kabupaten ciamis jawa barat yang bisa melihat langsung datanya dari BB/U, TB/U, BB/TB untuk anak balita dan terus bisa diinterpensi mulai dicoba soalnya mudah praktis, hanya saja TPG harus mampu mengopersikan komputer, tapi percaya siap ko, tapi semua harus punya laptop dan kendaraan dinas opersional soalnya data itu validitasnya akurasinya tepat bila diambil dengan tepat waktu juga tepat sasaran ya sudah tentu tepat interpensinya, ini juga baru terbatas, kondisi geografis, dana, sarana, juga kemauan, sdm dll akan bersinergis semuanya ……….begitu kan.

  6. afni mengatakan:

    Bravo kemenkes…
    kami didaerah sangat setuju dengan terobosan dari kemenkes, semoga bisa disosialisaikan segera.
    kami juga berharap setelah adanya sosialiasi dapat disusul dengan pelaksanaan serta adanya evaluasi untuk perbaikan masa mendatang.
    kami tunggu kabar selanjutnya. trims

  7. Elly Musa mengatakan:

    Setuju banget kasus gizi buruk baru dilaporkan via sms, untuk penanganan segera. Usul saja untuk mrningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan yang dilaporkan adalah hasil deteksi dini gangguan tumbuh kembang seperti BB tidak naik 1x, 2x atau 3x yang dipilih. tanda2 hipythyroid congenital dan buta senja juga dapat diajarkan kepada Kader, Jadiiiii………. tidak terlambat,

    Belajar dari pengalaman dalam membangun sistem informasi gizi kalangan yang memanfaatkan masih terbatas di lingkungan kesehatan saja, bahkan lebih khusus hanya Para Pengelola Program Gizi saja. Agar informasi gizi ini bermanfaat bagi siapa saja yang berkepentingan maka, bagaimana informasi ini didistribusikan, kepada siapa saja, kapan waktunya, dst, dst,,,, “maaaangga nyanggakeun ka nu masih dibendo”

  8. AMBARTANA mengatakan:

    Saya sangat setuju dengan Pendapat PAK SAFLINI, perlu adanya insentif pada TPG Puskesmas agar mau melaporkan secara kontinyu data gizi buruknya, kalau tidak betapapun canggih softwarenya tidak ada gunanya, HORAS PAK SAF…!

  9. Achmad Affandi mengatakan:

    Beberapa waktu yang lalu memang kita telah menggunakan sms gateway ini do Provinsi NTB, apa lagi sejak dinyatakan sebagai daerah KLB gizi buruk sehingga pelaporan bisa lebih cepat, pengambilan keputusan untuk penaganan kasus bisa lebih cepat pula. kendala kita memang di pendanaan lagi. kami mencoba mengusulkan itu kemablai memalu dana APBD I tetapi tidak pernah disetujui heran juga kenapa. semoga Direktorat Gizi bisa merealisasikan lagi hal tersebut saya setuju sekali karena sangat bermanfaat bagi kami didaerah.

  10. Ida Budi kurniasih mengatakan:

    Mohon segera disosialisasikan

  11. hakky mengatakan:

    Saya bersyukur banget, Direktorat Bina gizi mau terapkan sms based reporting utk kasus gizi buruk, ini kemajuan. Hanya saya pesan agar kawan2 di jkt benar-benar konsisten mengimplementasikan sistem pelaporan ini. Karena beberapa pengalaman Jakarta ada kesan “hit and run”. abis bikin sistem berbasis TI, terus tiba2 kehabisan nafas dan tenaga. kesannya semangat hanya diawal, tapi cepat banget loyo. salam utk mas Iip Syaiful, mas Mursalim.

  12. syaflini mengatakan:

    Sebenarnya kegiatan pelaporan dengan menggunakan SMS dengan Mobil phone ( seluler) merupakan kegiatan yang aling praktis dan sangat bisa dilakukan dan dengan biaya murah tentunya. Saya sebagai petugas yang sehari-hari memantau perkembangan hasil penimbangan balita di 1440 buah Posyandu di 524 Desa di 114 Kecamatan yang teganbbung dalam peoyek NICE di Provinsi sumatera Selatan sangatlah mengharapkan kegiatan ini bisa di aplikasikan, tentunya dengan sosialisasi perangkat lunaknya terlebih dahulu.
    Kegiatan ini sebenarnya sudah kami kembangkan sebelumnya di wilayah kerja kami, dengan memberikan tugas kepada seluruh Fasilitator Masyarakat byang bertugas memberikan fasilitasi dan juga menghimpun pelaporan di Posyandu sejak permulaan tahun 2011 yang lalu. Namun hasilnya tidaklah memuaskan. Kelihatannya FM lebih senang mengisi status Facebooknya daripada mengirimkan hasil penimbangan balita setiap bulan kepada Kabupaten maupun provinsi. Bentuk data yang dikirimkan juga enggak banyak hanya SKDN , Jumlah Fe 1 dean3, Cakupan ASI ekslusif.dan juga jumlah Taburia ang telah di distribusikan ( bukan yang dimakan oleh balita) dalam bentuk jumlah saja tdk harus dianalisas dahulu. Nah kalau pusat sudah ada software yang bisa lebih praktis, kenapa tidak secepatnya dikembangkan. Tambahan lagi kalau setiap TPG Puskesmas dibantu dengan biaya koneksi ke provider dengan mengalokasokan dana untuk memberi Pulsa.

  13. onat mengatakan:

    untuk pelaporan gizi buruk berbasis SMS gateway, tidak hanya untuk penentuan status gizi aja, tetapi juga deteksi dehidrasi, rytme jantung, emosional balita, atrofi otot, juga untuk pelajaran pelatihan (MTBS). Bagusnya juga bisa lihat sidik jari dan pelatihan SAM dan ICAAT juga tata laksana gibur dan standar Tumbang

  14. alfian mengatakan:

    Sangat bagus sekali sistem ini apabila segera di kembangkan. Kami tunggu secepatny. Bagus

Leave a Reply