Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Sab Jan 25, 2020 4:14 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Rab Sep 20, 2017 12:14 am 

Bergabung: Jum Apr 29, 2016 10:55 am
Post: 16
Tim Nusantara Sehat temukan dua masalah balita suspek gizi jelek di Kecamatan Siemanggaris. Terlebih dulu Pemerintah Kabupaten Nunukan mencatat 14 masalah gizi jelek di Kabupaten Nunukan.

Ke-2 suspek diketemukan di Kampung Jati, Desa Tabur Lestari, Kecamatan Siemanggaris.

" Kami selalu mencari masalah gizi jelek di semuanya perusahaan baik PT BSI, PT NJL juga perusahaan beda. Kami juga berkeliling-keliling ke Desa Srinanti, Desa Tabur Lestari serta Kanduangan, ” kata Irfan, Ketua Tim Nusantara Sehat yang bertugas di Kecamatan Siemanggaris, Kamis (14/9/2017).

Dua balita yang baru berumur sekitaran satu serta dua th. ini, dijelaskan kurang perhatian dari orangtua yang senantiasa repot jadi buruh sawit perusahaan.
" Berat tubuhnya di bawah metro tv streaming standard serta masuk kelompok kurang gizi. Ini masih tetap suspek, belum juga masuk kelompok gizi jelek, " kata

Irfan menerangkan, dua balita wanita yang masuk jadi suspek gizi jelek ini, klasifikasi status gizinya di bawah rata-rata.

“Keduanya alami kurang gizi yang di ketahui berdasar pada pengukuran antropometri seperti bertambahnya berat tubuh, tinggi tubuh atau panjang tubuh, lingkar kepala, lingkar lengan dan sebagainya, ” katanya.

Terlebih dulu diketemukan satu masalah balita pasien gizi jelek.

Dengan diketemukannya satu masalah di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari itu, selama th. ini telah ada 14 balita yang diketemukan menanggung derita gizi jelek.

Kepala Bagian Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah menyebutkan, Novel Saputra diketemukan dengan berat cuma 3, 6 kg. Walau sebenarnya anak buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari itu telah berumur 3, 3 bulan.

“Bayinya dilarikan ke rumah sakit karna keadaannya telah memprihatinkan, ” katanya.

Angka pasien gizi jelek di Kabupaten Nunukan bertambah pada th. ini dibanding th. terlebih dulu. Bila pada 2016 terdaftar 8 masalah pasien gizi jelek yang diketemukan, th. ini sampai Juli sudah diketemukan 13 masalah. Terakhir diketemukan sekali lagi satu masalah.

" Mulai 2016 tak ada membaiknya itu kesehatan balita pasien gizi jelek di PT BSI. Jadi makin naik jumlah penderia gizi jelek. Kami memberi peringatan pada perusahaan, ” katanya.

Irfan menyayangkan karna tingginya masalah gizi jelek ini tidak dibarengi dengan penetapan status peristiwa mengagumkan (KLB). Dia menyebutkan, meskipun tanpa ada penetapan KLB, masalah gizi jelek tetaplah masalah mengagumkan yang begitu memerlukan perlakuan spesial.

Masalah itu Ramsidah beralasan, masalah streaming metro tv yang diketemukan ini tidaklah masalah baru. " KLB itu bila murni gizi jelek yang tak ada kisah penyakit beda yang mengikuti, ” katanya.
Di Kabupaten Nunukan, kata dia, pasien gizi jelek di ketahui mempunyai sebagian kisah penyakit.

“Dan ini telah berlangsung mulai sejak 3 sampai 4 th. lantas, " katanya.

Dari 14 pasien gizi jelek disebut, 13 balita diketemukan di perkebunan kelapa sawit PT Bumi Siemanggaris Indah. Sesaat satu balita yang lain diketemukan di perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari.

" Kami juga akan datangi semuanya pemukiman masyarakat lokasi terpencil, juga perusahaan. Kami targetkan lokasi kita hingga clean gizi jelek, " tuturnya.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY