Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Jum Des 13, 2019 2:29 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Rab Apr 25, 2018 7:04 pm 

Bergabung: Min Nov 30, 2014 6:52 pm
Post: 40
Untuk Kartika Ratri (32), ia pantang buang makanan demikian saja. Wanita asal Indonesia yang sudah bertahun-tahun tinggal di Oberbrombach, Birkenfeld, Rhineland-Palatinate, Jerman, tidak sempat tidak hadir memasak untuk keluarganya sehari-hari.

Ia tidak sebatas memasak serta menghidangkan makanan untuk keluarga, tapi juga mempertimbangkan jumlah masakan dengan pas. Kartika mengakui, keluarganya tidak enggan untuk konsumsi makanan sisa bila makanan yang ia masak tidak habis.

" Misalnya aku beli pasta selalu ku buat spaghetti carbonara. Bila tidak habis malam itu, paginya aku panggang dengan telur serta diberi tambahan sayuran fresh, " narasi Kartika pada Beritagar. id, Senin (23/4/2018).
Pangan berkelanjutan

Kartika, lulusan strata dua dari Technische Universitat Dresden, yaitu contoh orang-orang yang sudah lakukan revolusi pangan untuk pangan berkepanjangan (sustainable food). Praktek pangan berkepanjangan yang sampai kini telah jadi sisi dari style hidupnya dalam hal semacam ini yaitu tidak buang makanan serta konsumsi makanan sisa.

Lantas, apa yang disebut dengan pangan berkepanjangan? Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS., PhD., Guru Besar Bagian Keamanan Pangan serta Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), menerangkan kalau tak ada keterangan resmi tentang pangan berkepanjangan.

Pada intinya, lanjut Ahmad, system pangan berkepanjangan yaitu satu diantara usaha membuat perlindungan serta menyehatkan orang-orang, melindungi kelestarian bumi, serta meyakinkan sumber pangan sudah melalui sistem pemrosesan serta pengawasan pangan yang baik.

" Untuk wujudkan system pangan berkepanjangan, diperlukan usaha dari customer untuk konsumsi pangan dengan berkepanjangan atau Sustainable Food Consumption, " tutur Prof. Ahmad dalam Jelajah Gizi 2018, Jumat (20/04/2018), Semarang, Jawa Tengah.
Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD, Guru Besar Bagian Keamanan Pangan serta Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), menyebutkan pangan berkepanjangan baik untuk kesehatan, alam, serta sosial.
Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD, Guru Besar Bagian Keamanan Pangan serta Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), menyebutkan pangan berkepanjangan baik untuk kesehatan, alam, serta sosial. | Dadang Triippo/Nutricia Sarihusada
Revolusi pangan untuk keluarga

Wujudkan pangan berkepanjangan erat hubungan dengan merubah atau merevolusi pangan. Kita jadi customer bisa mengerjakannya dari lingkup paling kecil, yakni keluarga. Menurut Prof. Ahmad, ada lima hal yang perlu di perhatikan dalam praktek pangan berkepanjangan.

Pertama, beli bahan baku lokal. Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB mereferensikan beli sayuran serta bahan masakan beda dari produsen atau petani di sekitaran tempat tinggal, product musiman, serta ramah lingkungan. Untuk kurangi mengkonsumsi product import, Anda disarankan menanam sayuran atau buah dalam pot.

" Beli seperlunya saja, buat hari ini. Jadi, kita tidak tersisa semua jenis serta tidak bermasalah dengan pengawetan. Bila makan sedikit buat apa diawetkan, mengapa gunakan pengawet, " terang Prof. Ahmad pada Beritagar. id.

Ke-2, beli makanan yang aman. Semuanya makanan mempunyai dampak (baik serta jelek), hingga yakinkan kalau makanan yang juga akan dikonsumsi keluarga betul-betul aman. Umpamanya petani memberitahukan pada customer tentang product, apakah product tidak menggunakan pestisida, organik, atau memakai pupuk nabati.

Hal semacam ini juga berlaku pada product perikanan, umpamanya bandeng. Prof. Ahmad menyebutkan, bandeng presto memiliki kandungan protein tinggi serta asam lemak omega 3 yang baik untuk kecerdasan anak.

Bandeng presto UD Mina Makmur punya Hartini sudah mengaplikasikan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk keamanan pangan. Produsen yang baik juga akan memberi info itu pada customer.

Ke-3, faedah sosial ekonomi untuk orang-orang. Ada harga yang perlu dibayar untuk product berkwalitas hingga lumrah rasa-rasanya bila seseorang petani organik jual produknya dengan harga nyaris sama juga dengan harga product supermarket. Beli tanpa ada menawar mungkin saja bentuk penghargaan untuk petani.

Faedah sosial ekonomi dalam pangan berkepanjangan juga berlangsung di Jerman. Menurut Kartika, product minuman dan makanan di Jerman diperlengkapi label bio serta nonbio. Label bio mengisyaratkan barang ditanam atau di besarkan ikuti EU Regulation on Organic Farming.

Menurut Kartika, perusahaan besar di Jerman mempunyai product bio yang harga nya mahal dengan paket yg tidak ramah lingkungan hingga ia beli product bio di komune bio. Walau demikian, agar bisa beli product di komune itu, ia mesti jadi anggota komune serta membayar beberapa iuran.

" Aku senantiasa beli bio product serta meminimalisir pembelian product import, " kata wanita asal Semarang.

Ke-4, mendaur ulang sampah. Sisa bahan masakan serta makanan yaitu sampah dapur. Daripada buang demikian saja, Anda bisa mendaur ulang sampah untuk pupuk organik atau makanan untuk hewan di sekitaran tempat tinggal, sedang sampah plastik dapat Anda beri pada pemulung.
Kue Mendut atau Kue Bugis adalah kudapan yang bebas gluten. Kue ini memiliki bahan basic tepung beras ketan serta diisi parutan kelapa.
Kue Mendut atau Kue Bugis adalah kudapan yang bebas gluten. Kue ini memiliki bahan basic tepung beras ketan serta diisi parutan kelapa. | Agustina NR/Beritagar. id

Ke-5, melindungi keragaman. Prof. Ahmad menyarankan untuk beli sayuran, buah-buahan, serta bahan yang lain yang bermacam. Umpamanya janganlah cuma memperkenalkan kentang pada anak-anak. Kenalkan juga umbi-umbian dari daerah sendiri, seperti ganyong, talas, sorgum, ubi jalar, serta jewawut.

Umbi-umbian dapat juga dibuat jadi tepung serta pati. Setelah itu bahan itu digunakan jadi bahan basic kue, kukis, atau jajanan pasar. Makanan yang memakai tepung atau pati dari umbi-umbian serta biji-bijian (tidak memakai tepung terigu) dimaksud makanan bebas gluten (gluten free).

Gluten yaitu protein yang terdapat dalam gandum, barley, gandum hitam, serta semuanya turunannya. Untuk pasien celiac disease, konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten juga akan jadi memperburuk system percernaannya.

Prof. Ahmad menilainya pengembangan bahan lokal itu baik karna mereka memiliki kandungan serat serta indeks glikemik lebih rendah. Ia mencontohkan tepung sorgum bisa dipakai untuk buat popcorn, brownies, oatmeal.

" Kita punya kebiasaan roti mesti mengembang. Walau sebenarnya, di Amerika ada roti bagel yang teksturnya keras. Kita dapat juga buat roti dari tepung singkong, tepung sukun, yang tidaklah perlu mengembang. Bila terasa tidak enak karna tidak diperkenalkan. "
Jelajah Gizi yaitu aktivitas yang membahas potensi pangan lokal, mengulik histori, serta mengulas gizi makanan.
Jelajah Gizi yaitu aktivitas yang membahas potensi pangan lokal, mengulik histori, serta mengulas gizi makanan. | Agustina NR/Beritagar. id
Jelajah gizi

Terkait dengan pangan berkepanjangan, Nutricia Sarihusada (sisi dari Danone Group), mengadakan Jelajah Gizi. Ini yaitu aplikasi Revolusi Pangan (Alimentation Revolution) dari prinsip Danone Group pada lingkungan serta kesehatan lewat slogan 'One Planet, One Health'.

Jelajah Gizi yaitu aktivitas tahunan yang membahas potensi pangan lokal, mengulik histori, serta mengulas gizi makanan. Th. ini, Jelajah Gizi memijak th. ke-6 serta diadakan di Semarang.

Nutricia Sarihusada mengajak peserta Jelajah Gizi 2018 untuk berkunjung ke entrepreneur www yalla shoot kuliner serta produsen makanan di Semarang. Hingga peserta bisa lihat lebih dekat tentang langkah pemrosesan sampai penyajian makanan dengan berkepanjangan. Tempat kunjungan diantaranya Semarang International Family & Garden Restaurant, lokasi kuliner Simpang Lima, UD Mina Makmur, Lumpia Gang Lombok, serta Kampung Kopi Banaran.

" Kami yakin kalau kita cuma hidup 1x serta mempunyai satu bumi untuk ditempati. Apa yang kita minum dan makan memastikan planet kita serta beresiko pada kesehatan kita. Hingga perlu untuk kita untuk melindungi kesehatan lingkungan, " kata Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY