Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Sen Jan 27, 2020 12:42 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Jum Jan 27, 2017 11:25 pm 

Bergabung: Min Mei 11, 2014 6:02 pm
Post: 68
Kelapa yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Cocos nuciferaadalah salah satu pohon tropis yang masuk kedalam suku aren-arenan. Tanaman kelapa diperkirakanberasal dari pesisir Samudera Hindia, hingga kini penyebarannya sudah menyebar ke seluruh pantai tropika dunia. Pohon kelapa merupakan salah satu pohon yang bisa hidup. Hingga puluhan tahun lamanya, tanaman yang banyak tumbuh diarea pantai ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1300-2300 mm/tahun atau bahkan lebih, daerah dengan ketinggian 600m diatas permukaan air laut, serta daerah dengan intensitas sinar matahari yang cukup.

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari akar sampai daun, dari produk non-kuliner maupun kuliner/makanan, dan juga produk industri sampai produk obat-obatan. Sebagai bahan komoditi yang bernilai ekonomi tinggi, berbagai strategi telah diupayakan untuk meningkatkan produksi kelapa nasional. Namun fakta di lapang harga kulkas murah sering menghadapi hambatan, terutama adanya kecenderungan terjadinya perubahan siklus serangga hama kelapa.

Keberadaan OrganismePengganggu Tanaman (OPT)merupakan salah satu penyebab buruknya pertumbuhan tanaman ini sehinggamenyebabkan tanaman ini rusak dan mati. Rhynchophorus ferrugineus merusak akar tanaman muda, batang dan tajuk, pada tanaman dewasa merusak tajuk, gerekan pada pucuk menyebabkan patah pucuk, liang gerekan keluar lendir berwarna merah coklat.

Rhynchophorus spp merupakan salah satu hama kumbang kelapa yang berbahaya karena serangan awal kumbang ini sulit dideteksi dan hanya diketahui jika tanaman kelapa telah terinfeksi dan rusak berat.Ciri: imago, berbentuk kumbang dengan masa perkembangan 11-18 hari. Ciri khas nya adalah tinggal di kokon sampai keras. Gejala: merusak akar tanaman muda, batang dan tajuk, pada tanaman dewasa merusak tajuk, gerekan pada pucuk menyebabkan patah pucuk, liang gerekan keluar lendir berwarna merah coklat.

Inang utama hama ini adalah kelompok palem-paleman. Bila di Asia hama ini banyak menyerang tanaman kelapa, di dunia R.ferrugineuslebih dikenal sebagai hama utama pada tanaman kurma (Phoenix dactylifera). Kisaran inangnya meliputi kelapa, kurma, sagu dan palem hias (Malumpy dan Moran, 2007).Penggerek yang tersembunyi di dalam jaringan palem ini dilaporkan menyerang 15% wilayah tanaman kelapa di daerah tropis Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Gejala Serangan

Pada tanaman yang berumur antara 0 -1 tahun, kumbang dewasa (baik jantan maupun betina) melubangi bagian pangkal yang dapat mengakibatkan
kematian titik tumbuh atau terpuntirnya pelepah daun yang dirusak. Pada tanaman dewasa kumbang dewasa akan melubangi pelepah termuda yang belum terbuka. Jika yang dirusak adalah pelepah daun yang termuda (janur) maka ciri khas bekas kerusakannya adalah janur seperti digunting berbentuk segitiga. Stadium hama yang berbahaya adalah stadium imago (dewasa) yang berupa kumbang (Suhardiyono, 1995).Serangga dewasa dapat menyebabkan kerusakan dengan melubangi pangkal daun tombak dan jaringan leher akar, pohon muda akan mati jika titik tumbuhnya dirusak, kerusakan pada daun tombak biasanya mengakibatkan malformasi. Serangan yang berulang-ulang akan menyebabkan pertumbuhan terhambat dan saat menjadi dewasa menjadi terlambat.

Masa paling kritis adalah dua tahun pertama setelah tanam dilapangan. Tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan Rhynchophorus ferrugineusjika kanopi telah saling menutup.

Rekomendasi Pengendalian

Kumbang moncong (R ferrugineus) tidak bisa terbang jauh, kisaran penerbangan 200 yard dari tempat pembibitan. Metode pengendalian adalah berburu pada tempat-tempat pembiakan, membunuh kumbang dalam tahap muda, larva, kemudian pastikan bahwa tidak ada kumbang lain yang dapat berkembang biak di sana. Kumbang betina bertelur pada semua jenis vegetasi yang membusuk, pupuk kandang, kompos, dan terutama di batang kelapa mati (Piggot, 1964).Upaya terkini dalam mengendalikan kumbang moncong adalah penggunaan perangkap feromon.PPKS saat ini telah berhasil mensintesa feromon agregat (dengan nama dagang Feromonas) untuk menarik kumbang jantan maupun betina. Feromon agregat ini berguna sebagai alat kendali populasi hama dan sebagai perangkap massal. Pemerangkapan kumbang moncong dengan menggunakan ferotrap terdiri atas satu kantong feromon sintetik.

_________________
yalla shoot


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY