Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Rab Jan 29, 2020 3:06 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sel Sep 19, 2017 10:36 pm 

Bergabung: Jum Apr 29, 2016 10:55 am
Post: 16
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali menyerang pemerintah ihwal bantuan kemanusiaan kepada muslim Rohingya di Myanmar. Kali ini, mantan Danjen Kopassus itu menyarankan pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya. Sering serang pemerintah, pengamat mengibaratkan Prabowo sedang panasin mesin untuk Pemilu 2019.

Aksi bela Rohingya digelar Sabtu (16/9) kemarin indosiar streaming di Patung Kuda. Prabowo dan beberapa tokoh, salah satunya Amien Rais ikutan hadir di situ. Dalam orasinya, Prabowo menyindir pemerintah. Dia bilang, bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Rohingya hanya pencitraan. "Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo.

Saat itu, Prabowo menegaskan langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia. "Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin," katanya.

Nah, kemarin, saat didaulat menjadi pembicara diskusi di Universitas Indonesia, Depok, Prabowo kembali bercerita soal kehadirannya di aksi bela Rohingnya, Sabtu kemarin. "Dari segi solidaritas saya hadir, di situ saya sebagai pembicara. Kita simpati kepada mereka (Rohingya), itu pelanggaran kemanusiaan," ujar Prabowo. Baginya, tampil dan berorasi di aksi tersebut bagian simpatinya kepada Rohingya.

Dia mengingatkan, selain bersimpati kepada Rohingya, sebaiknya kita juga harus melihat kenyataan bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang dilanda kesusahan. Contohnya, di Jakarta saja masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih, belum lagi dalam mendapatkan berbagai kebutuhan hidup. "Sepertiga anak-anak di Jakarta masih kurang gizi. Dua per tiga anak-anak di NTT juga kurang gizi," ujarnya.

Menurut Prabowo, jika anak-anak kekurangan gizi akan berdampak pada perkembangan dalam dirinya. Bahkan, sel otak anak yang kurang gizi akan tidak berkembang. "Apabila kurang gizi maka fisik tidak berkembang. Tulang menjadi tidak kuat dan kalah dalam bersaing," ujarnya.

Prabowo berharap, ke depan sikap Indonesia bisa lebih mementingkan rakyatnya terlebih dulu dan jangan takut dibilang tidak peduli. "Jadi, mau bantu Rohingya mbok bantu rakyat Indonesia dulu. Bukan kita tidak dianggap solider, kita solider, mengutuk ya mengutuk tapi juga kita koreksi diri kita," tegasnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ucapan Prabowo tidak bermaksud menyerang pemerintah dengan mempolitisasi isu Rohingya. "Soal Rohingya nggak ada hubungan sama pemerintah. Dalam arti Rohingya ini kan masalah kemanusiaan. Memang kami melihat ini masalah lama di Myanmar yang harus diselesaikan Myanmar," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin.

Riza menafsirkan, maksud dari pernyataan Prabowo ingin mengingatkan Indonesia sebagai negara besar terutama di ASEAN. Oleh karena itu, semestinya Indonesia berperan lebih aktif mengatasi krisis Rohingya di Myanmar. Apa yang telah dilakukan pemerintah berupa pengiriman bantuan harus lebih ditingkatkan. "Orang tahunya yang hebat di ASEAN Indonesia. Harusnya urusan ASEAN selesai dengan Indonesia, nggak perlu Turki (turun tangan), cukup Indonesia, itu yang disampaikan Prabowo," lanjut Riza.

Riza kemudian membandingkan Jokowi dengan Presiden Soeharto dalam peristiwa ini. Menurutnya, Soeharto lebih berani ketimbang Jokowi menghadapi situas seperti ini. Saat terjadi pembantaian di Bosnia, Soeharto datang langsung ke negara pecahan Yugoslavia itu. Sedangkan, Jokowi justru tidak datang ke Myanmar.

Gayung bersambut, kubu pro pemerintah ikutan bicara. Eks tim sukses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul menilai serangan Prabowo ini tidak terlepas dari hasrat Prabowo menuju Pilpres 2019.

"Prabowo kebelet mau nyapres jadi asal saja komentar, ngawur. Indonesia kan tidak bisa ikut campur mau kirim pasukan, ya hanya bisa memberi bantuan seperti itu," kata Ruhut, kemarin. Mantan anggota DPR ini juga beranggapan Pilpres 2019 masih dua tahun lagi. Daripada sibuk mengkritik Jokowi, Ruhut meminta Prabowo melakukan langkah nyata membantu kaum Rohingya.

Wasekjen PKB Daniel Djohan berharap, antarpolitisi dapat menjalin kebersamaan dan persatuan yang membuat bangsa ini semakin maju. "Semua respons masyarakat termasuk Pak Prabowo kita anggap sebagai rasa peduli saja, tantangan Indonesia ke depan semakin berat, kebersamaan dan respons positif atas kritik menjadi penting," ujar Daniel, kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung streaming indosiar Prof Asep Warlan Yusuf beranggapan, komentar pedas Prabowo ini tidak terlepas dengan persiapan menuju Pemilu 2019. Pasalnya, setiap peristiwa bisa dibawa ke ranah politik atau pencitraan. "Pasti sedang panaskan mesin. Apalagi tahun depan Pilkada Serentak, 2019 Pileg dan Pilpres. Jadi setiap peristiwa bisa jadi politik," ujar Asep. Menurut dia, berlomba-lomba meraih simpati sah-sah saja, namun tetap mengedepankan kesantunan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi, Rabu (13/9), melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Banglades di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sebanyak 34 ton bantuan kemanusiaan itu terdiri dari makanan siap saji, paket sembako, family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi, pakaian anak serta selimut.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY