Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Sab Agt 24, 2019 8:14 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sab Apr 20, 2019 9:50 am 

Bergabung: Min Mei 17, 2015 1:49 am
Post: 38
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert AJ Amaheka menyatakan, pihaknya selalu kerjakan pemasyarakatan sehubungan gaya hidup sehat.

Banyak petugas posyandu selamanya diperintah untuk mengemukakan terhadap banyak ibu untuk lihat skema konsumsi makanan untuk balita.

Semua dikembalikan pada orang-tua biar perhatikan skema makan anak bersama menyiapkan makanan berharga gizi.

Robert Amheka terhadap wartawan di Oelamasi, Kamis (28/3/2019) menuturkan, dari data yang ada memang sebagian besar kecamatan diketemukan anak gizi kurang pula gizi jelek. Situasi ini bukan bermakna dinas hiraukan perhatikan akan tetapi sejauh ini tiap-tiap layanan posyandu selamanya dikasihkan wawasan perihal skema konsumsi makanan.

Makanan tradisionil cukuplah banyak yang penuhi nilai gizi akan tetapi ini kurang dipakai. Selanjutnya anak alami situasi fisik turun disertai bersama penyakit semestinya rumah sakit berikan pertolongan untuk sembuhkan penyakit.

"Penyakitnya pastinya pulih selanjutnya kalaupun skema konsumsi gizi anak tak dilihat karena itu balik kembali anak gizi kurang serta gizi jelek. Maka dari itu kembali ke orang-tua untuk lihat skema makan anak. Kalaupun anak makan teratur bersama konsumsi gizi yang baik karena itu tak ada gizi jelek," ujarnya.

Untuk diingat, Puskesmas Tarus di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sejak mulai Januari-Februari 2019, menemani 5 anak yang teridentifikasi alami gizi jelek. Ke lima anak itu 2 anak di Noelbaki, 1 anak di Penfui Timur, 1 anak di Oelpuah serta 1 anak di Mata Air.

Imelda menuturkan, permasalahan anak gizi jelek memang waktu ini kata kata selamat pagi jadi perhatian pihaknya. Petugas kesehatan yang berada pada desa diperintah untuk mengamati balita yang terserang gizi jelek saat penerapan posyandu. Dari data yang ada, kata Imelda, sejak mulai Januari-Februari ada 5 anak yang mendapatkan perhatian teristimewa sebab teridentifikasi terserang gizi jelek.

"Keseluruhan anak gizi jelek yang semntara ini diselesaikan kami untuk Januari-Februari ada 5 anak. Rinciannya, Desa Noelbaki : 2 anak, Desa Penfui Timur : 1 anak, Desa Oelpuah 1 anak serta
Desa Mata Air : 1 anak. Kita selalu dorong orang-tua untuk lihat skema konsumsi gizi agar anak-anak dapat sehat kembali


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY