Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Kam Des 12, 2019 10:25 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sab Apr 20, 2019 10:57 am 

Bergabung: Min Mei 17, 2015 1:49 am
Post: 38
Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto didampingi kepala Dinas Penanaman Modal serta Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samsuardi, kepala Inspektorat Kepri Mirza dan Kepala Tubuh Lingkungan Hidup (BLH) Yeri Suparna mengevaluasi kehadiran situs makam tua yang disangka jadi cagar budaya yang ada di ruangan tambang baiksit di Kampung Gizi, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Senin (25/2).

Isdianto menyatakan dengar berita tersedianya situs cagar budaya itu dari orang. Serta kemunculannya ke area itu manfaat pastikan apabila situs cagar budaya itu tak terganggu, ditambah lagi hingga tergusur habis sebab kesibukan penambangan.

“Tugas saya jadi Wakil Gubernur yaitu pengawasan. Sehabis dengar dari orang, jadi saya terdorong buat menyaksikan langsung di lapangan. Pasti sehabis menyaksikan langsung, nyata-nyatanya kehadiran cagar budaya ini masihlah dalam tv transtv situasi utuh. Setelah itu kita akan bekerjasama bersama Dinas Kebudayaan serta beberapa tokoh rutinitas ditempat manfaat pastikan kehadiran makam tua ini,” kata Isdianto.

Kesempatan ini Isdianto mengevaluasi area pemakaman tua disebut yang cuma diikuti bersama beberapa batu dan pohon pohon. Di pinggir makam itu ada suatu olang yang dibikin oleh orang bersama tulisan ‘Makam Muncul 9 Panglime Bintan’.

Mengenai 9 nama panglima yang tercatat dalam plangbyang dipasang tersebutadalah Tok Marwah Mangse, Tok Sandang Marwah, Tok Mekar Sejagat, Tok Langi Sejagat, Tok Galang Ringgi, Tok Bayu Segare, Tok Langi Segare, Tok Sentani Daun (Panglime Mude) serta Tok Sandang Rangge.

Apabila info serta data yang di bisa itu benar tersedianya, Wakil Gubernur mengharap biar dilokasi makam itu lekas dijalankan pembenahan. Yaitu usaha mempercantik ruangan makam biar lalu dapat berubah menjadi satu diantara cagar budaya yang ramah wisata.

“Jika ini benar jadi saya anggap memang butuh dibikin batu miring keliling are ini. Lalu makamnya dibikin bersih serta diatur seperti makam-makam cagar budaya yang lain sampai berubah menjadi satu diantara lokasi wisata,” kata Isdianto.

Bersama demikian, lanjut Isdianto, kecuali indah, akan juga ada gunanya untuk masyarajat serta untuk pemerintah Kabupaten Bintan.

“Sekarang ini kita blm tahu bentuk asli dari makam-makam yang ada. Sebab cuma berbentuk batu serta pohon pohon. Setelah itu kita cermat dahulu, baru lalu kita mengambil perbuatan setelah itu,” kata Isdianto.

Disamping itu, Isdianto malas menyikapi masalah kesibukan tambang yang beroperasi di ruangan pemakaman itu. Ia menyatakan apabila kemunculannya cuma buat menyaksikan kehadiran situs cagar budaya yang diberitakan orang ditempat itu.

“Sementara ini kita konsentrasi soal makam tua ini saja dahulu ya. Soal yang lain, seperti kesibukan tambang serta yang lain, kita butuh koordinasikan bersama Dinas Pertambangan dll,” tutup Isdianto terhadap Wartawan yang ada di area kesempatan ini.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY