Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Sen Jan 27, 2020 1:45 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 2 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Min Mar 06, 2016 4:12 pm 

Bergabung: Min Okt 05, 2014 11:33 pm
Post: 6
Tahukah Anda, nyatanya orang dewasa yang hidup didalam lingkungan rumah tangga yang berkekurangan serta tak dapat terhubung makanan bergizi dengan cara mencukupi berisiko 2 x lebih tinggi mempunyai anak-anak dengan permasalahan stabilitas emosional serta kejiwaan.

Satu studi yang dihelat Elizabeth Poole-Di Salvo dari Weil Cornell Medical Center di New York temukan kenyataan kalau kekurangan pangan sehat dalam satu keluarga berimplikasi pada resiko masalah printer kesehatan mental, baik pada orangtua ataupun anak-anak.

" " Berdasar pada data paling baru yang kami himpun, krisis pangan merubah nyaris 20% rumah tangga di Amerika Serikat, yang mempunyai anak-anak dibawah umur 18 th., " tuturnya, seperti ditulis Reuters.

Elizabeth memakai data dari hasil satu penelitian pada 2007 pada 8. 600 anak pada rentang umur 12-16 th.. Dalam studi itu, dia menghubungi orang tuaterutama ibudari anak-anak itu per telephone.

Beberapa orangtua itu menjawab beragam pertanyaan sekitar kesusahan keuangan, masalah memperoleh pangan bergizi sepanjang 12 bln. paling akhir, serta analisa tanda-tanda mesin cuci emosional dari anak-anak mereka.

Nyatanya, beberapa besar anak-anak itu alami masalah emosional, seperti hiperaktif, terasa tertekan waktu ada dalam grup sosial (peer masalah), serta terasa kurang percaya diri atau susah bersosialisasi.

Berdasar pada data dari Academic Pediatrics, 10% anak-anak dari sampel riset itu hidup di dalam keadaan kekurangan pangan. Disamping itu, 11% yang lain terindikasi mempunyai orangtua dengan tanda-tanda masalah kesehatan mental.

Terdapat beberapa tanda yang menghubungkan aspek kekurangan pangan dengan resiko masalah mental pada anak. Sebagian salah satunya a. l. status kemiskinan, pendapatan rumah tangga dibawah garis kemiskinan, serta orangtua yg tidak menikah.

Tanda yang lain yaitu ketidaksamaan kelas dalam pergaulan remaja, rendahnya tingkat pendidikan yang dienyam orangtua, buruknya kesehatan orangtua, depresi orangtua, dan lingkungan tetangga serta sekolah yg tidak aman.

Elizbeth menerangkan dengan memakai sebagian tanda itu, dia temukan kalau anak-anak yg tidak terpenuhi gizinya berisiko 2, 3 kali lebih tinggi alami masalah kejiwaan, bila dibanding dengan anak-anak dengan gizi cukup.

Nyaris 29% remaja kurang gizi alami masalah mental, dibanding dengan 9% anak yang lain. Pola ini meliputi beragam tanda-tanda masalah mental, umpamanya 26% anak alami permasalahan emosional dibanding 11% anak yang lain, terangnya.

Selanjutnya, 22% dari anak kurang gizi punya masalah dengan karakter hiperaktif dibanding dengan 11% anak yang lain, serta 20% anak kurang gizi punya masalah dengan pergaulan sosialnya, dibanding dengan 9% anak yang lain.

Kenyataannya, walau anak-anak itu dididik di sekolah gratisyang semestinya kurangi beban pengeluaran orang tuanyahal itu tak beresiko pada kesehatan mental mereka.

" " Kami mencurigai kalau masalah mental akibat kekurangan gizi itu berlangsung sepanjang periode remaja, dimana perkembangan serta perubahan anak-anak lebih cepat. Nutrisi yang tidak mencukup bakal tingkatkan kulkas 1 pintu resiko stres psikologis untuk remaja itu, serta berbuntut pada masalah mental. "

Disamping itu, Ruth E. K. Stein dari Albert Einstein College of Medicine memberikan remaha yang punya masalah dengan kurang gizi bisa rasakan stres berat serta kegelisahan bakal rasa lapar akibat kurangnya nutrisi yang diperlukan.

Identifikasi awal pada aspek resiko kurang gizi serta masalah mental sangat utama. Diluar itu, beberapa pakar gizi mesti jadi instrumen untuk menghubungkan keluarga yang kurang mujur itu pada sumber daya yang ada di lingkungan mereka.

Hasil studi yang dihelat di Amerika itu sekurang-kurangnya bisa jadi refleksi untuk banyak keluarga di Indonesia, yang masihlah dibawah garis kemiskinan serta dirongrong kelaparan. Terlebih, ada harga printer banyak masalah busung lapar yang berlangsung didalam negerii.

Bila pemerintah akan menggalakkan program revolusi mental dengan baik, sebaiknya diawali dengan pemenuhan hak anak untuk memperoleh gizi yang cukup untuk tumbuh kembang kesehatan psikologis mereka.


Atas
   
 
PostDipost: Sel Mei 31, 2016 3:21 pm 

Bergabung: Jum Mei 01, 2015 2:34 pm
Post: 20
Obat Maag Kronis Rekomendasi Para Ahli


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 2 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY