Forum Diskusi
http://gizi.depkes.go.id/sigizi/forum/

Nisa, Penderita Gizi Buruk di Blitar Hidup di Rumah TakLayak
http://gizi.depkes.go.id/sigizi/forum/viewtopic.php?f=5&t=1119
Halaman 1 dari 1

Pengarang:  juned [ Rab Sep 20, 2017 12:17 am ]
Subjek post:  Nisa, Penderita Gizi Buruk di Blitar Hidup di Rumah TakLayak

Khoirunisaul Mardiyah, balita pasien gizi jelek. Keadaan ini semakin kronis waktu balita selesai 1 th. itu divonis dokter alami hydrochepalus serta TBC. Ironisnya, anak pasangan Naryo serta Suyanti ini hidup didalam tempat tinggal yang kurang layak.

Warga Desa Karangbendo RT 03 RW 06 Kecamatan net tv streaming Ponggok Kabupaten Blitar ini, tinggal dirumah berdinding bambu yang telah ditambal sana sini. Tempat tinggal itupun juga tidak sekali lagi berdiri tegak.

Ayahnya, Narto, cuma untuk buruh panjat lira. Pendapatannya tidak cukup untuk penuhi keperluan keseharian dengan 5 anggota keluarganya. Terlebih lira yang di ambil bukanlan dari pohon kelapa kepunyaannya, tetapi punya kerabatnya.

Dalam sehari umumnya, dia bisa menyatukan uang pada Rp 80 ribu-Rp 100 ribu. Ini juga masih tetap dibagi dengan yang memiliki pohon kelapa yang memperoleh setengahnya, jadi gaji memanjat pohon kelapa.

" Bila dahulu dalam satu hari dapat naik hingga 60 pohon, bila saat ini tinggal 15 pohon, terkecuali sakit-sakitan juga karna miliki anak kecil yang memerlukan perawatan lebih, " kata Narto pada detikcom waktu didapati di tempat tinggalnya, Senin (11/9/2017).

Untuk menaikkan pendapatannya supaya dapur tetaplah mengepul, Narto juga melayani layanan potong rambut di belakang tempat tinggalnya. Tetapi layanan potong rambut ini tidak dapat ditangani sehari-hari, bergantung ada tidaknya orang yang memohon untuk dipotong rambutnya.

" Ya bila potong rambut tidak sehari-hari mas, bila ada saja, tidak bisa dihandalkan, " katanya.

Sesaat ibunya Nisa, Suyanti, mengakui anaknya sampai saat ini belum juga dapat duduk sendiri. Sebab, berat tubuhnya yang cuma 3, 9 kg tidak dapat menyokong kepalanya semakin jadi membesar. Besar hasrat Suyanti serta Narto supaya buah hatinya dapat berobat sampai pulih.

" Sekarang ini baru dapat miring saja, tetapi belum juga dapat duduk seperti anak-anak yang beda, " ungkap Suyanti ibunda Nisa.

Suyanti mengakui waktu memiliki kandungan Nisa, panggilan anaknya, dia tidak menyimpan berprasangka buruk buah hatinya lahir dengan berat tubuh yg tidak normal. " Waktu hamil saya juga check kesehatan seperti ibu-ibu hamil lainnya ke puskemas. Bidan juga katakan kandungan saya sehat " katanya.

Tetapi nyatanya, putrinya mesti dilahirkan dengan caesar. Bayi yang lahir seberat 1, 8 kg setahun yang lalu mesti dirawat di inkubator sepanjang nyaris sebulan dirumah sakit. Seiring berjalannya waktu pertumbuhannya, rupanya badan Nisa tidak alami kenaikan berat tubuh.

Sesudah dibawa ke puskesmas, bocah malang itu diserang TBC. Sampai umur nyaris setahun, Nisa telah 5 kali masuk rumah sakit. Sepanjang sebulan penuh Nisa memperoleh perawatan intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

" Rumah sakit telah seperti tempat tinggal untuk Nisa, karna biasanya keluar masuk rumah sakit, " katanya.

Sampai saat ini Nisa masih tetap menelan bubur bayi untuk seperti balita. Bubur inipun didapat dari pertolongan pemerintah sebagian bulan terkahir. " Bila kontrol teratur satu bulan sekali ke RS Ngudi Waloyo, Wlingi. Bila dahulu streaming net tv cuma diantar puskesmas sini hingga SPBU Gedok, saat ini telah tiba rumah sakit, " katanya.

Jadi seseorang ibu, Suyanti menginginkan buah hatinya dapat tumbuh seperti balita biasanya. Terlebih, Nisa adalah putri hanya satu, karna ke-2 kakaknya lelaki semuanya.

Disamping itu sepanjang sistem penyembuhan di RSUD Ngudi Waluyo, Nisa senantiasa memperoleh pendampingan dari Puskesmas Ponggok. " Nisa ini pemegang KIS jadi penyembuhannya gratis. Serta setiap kontrol atau melakukan rawat inap, ambulance puskesmas memanglah senantiasa mengantar hingga Wlingi. Diluar itu petugas kami juga teratur mengontrol pemberian obatnya, karna untuk pasien TB obat khan mesti disiplin pemberiannya, " terang Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar, Yuni Sri Wulandari waktu dihubungi.

Halaman 1 dari 1 Waktu dalam UTC + 7 jam
Powered by phpBB® Forum Software © phpBB Group
https://www.phpbb.com/