Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Kam Jan 23, 2020 7:12 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 4 post ] 
Pengarang Pesan
 Subjek post: Kasus Gizi Buruk
PostDipost: Sab Feb 14, 2015 4:28 am 

Bergabung: Sab Feb 14, 2015 4:06 am
Post: 1
Kini, kasus gizi buruk ternyata masih ada. Bahkan di Yogyakarta dan Bali, yang mempunyai angka prevalensi masalah gizi balita terendah (Riskesdas 2007). Prevalensi status gizi balita < -2 SD berdasarkan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) di Provinsi Bali sebesar 11.4%, sedangkan DIY sebesar 10.0%. Bandingkan dengan angka Nasional sebesar 18.4%, dan angka tertinggi di Provinsi NTT sebesar 33.6%. Tahun 2009, di Bali ditemukan 49 kasus dan di Yogyakarta 27 kasus.

Menurut hasil pemantauan Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, selama tahun 2005 sampai dengan 2009, jumlah temuan kasus balita gizi buruk amat berfluktuasi. Tahun 2005-2007 jumlah kasus cenderung menurun dari 76178, 50106, dan 39080. Akan tetapi tahun 2007 dan 2008 cenderung meningkat yaitu 41290 dan 56941.

Yang menarik, terdapat empat provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo yang selalu hadir berturut-turut dari 2005-2009. Provinsi NTT pada tahun 2005, 2007 dan 2008, menduduki posisi teratas sedangkan tahun 2006 dan 2009 masing-masing ditempati Jawa Tengah dan Jawa Timur,

Keempat provinsi tersebut selama 5 tahun berturut-turut (2005-2009) masuk ke dalam kategori 10 provinsi dengan kasus tertinggi. Kondisi ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan untuk menempatkan keempat provinsi tersebut sebagai prioritas utama upaya penanggulangan gizi buruk. Berikut gambaran perkembangan jumlah kasus di empat provinsi.


Atas
   
 
 Subjek post: Re: Kasus Gizi Buruk
PostDipost: Sel Apr 05, 2016 5:38 pm 

Bergabung: Min Okt 05, 2014 11:33 pm
Post: 6
andi menulis:
Kini, kasus gizi buruk ternyata masih ada. Bahkan di Yogyakarta dan Bali, yang mempunyai angka prevalensi masalah gizi balita terendah (Riskesdas 2007). Prevalensi status gizi balita < -2 SD berdasarkan indeks harga kamera Berat Badan menurut Umur (BB/U) di Provinsi Bali sebesar 11.4%, sedangkan DIY sebesar 10.0%. Bandingkan dengan angka Nasional sebesar 18.4%, dan angka tertinggi di Provinsi NTT sebesar 33.6%. Tahun 2009, di Bali ditemukan 49 kasus dan di Yogyakarta 27 kasus.

Menurut hasil pemantauan Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, selama tahun 2005 sampai dengan 2009, jumlah temuan kasus balita gizi buruk amat berfluktuasi. Tahun 2005-2007 jumlah kasus cenderung menurun dari 76178, 50106, dan 39080. Akan tetapi tahun 2007 dan 2008 cenderung meningkat yaitu 41290 dan 56941.

Yang menarik, terdapat empat provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo yang selalu hadir berturut-turut dari 2005-2009. Provinsi NTT pada tahun 2005, 2007 dan 2008, menduduki posisi teratas sedangkan tahun 2006 dan 2009 masing-masing ditempati Jawa Tengah dan Jawa Timur,

Keempat provinsi tersebut selama 5 tahun berturut-turut (2005-2009) masuk ke dalam kategori 10 provinsi dengan kasus tertinggi. Kondisi ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan untuk menempatkan keempat harga tv provinsi tersebut sebagai prioritas utama upaya penanggulangan gizi buruk. Berikut gambaran perkembangan jumlah kasus di empat provinsi.


terimakasih atas informasi yang telah diberikan pak


Atas
   
 
 Subjek post: Re: Kasus Gizi Buruk
PostDipost: Sel Mei 10, 2016 12:29 pm 

Bergabung: Min Mei 17, 2015 1:49 am
Post: 38
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku angka anak pasien gizi jelek di daerah setempat masihlah termasuk tinggi meskipun masihlah jauh dibawah angka nasional.

Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Endang Pamungkasiwi di Yogyakarta, Senin (9/5), menuturkan angka masalah gizi jelek sama sesuai data paling akhir pada 2015 capai 870 anak atau 0, 5 % dari semua anak atau balita di DIY.

" Meski masihlah dibawah tujuan nasional 10 %, penurunan angkanya sedikit beralih dari tahun-tahun terlebih dulu, " kata Endang.

Ia menuturkan jumlah 870 anak pasien gizi jelek itu mempunyai berat dan tinggi tubuh cukup rendah dibawah angka normal. Sebanyak 168 anak atau 0, 1 % salah satunya masuk kelompok begitu kurus serta 3, 4 % masuk katagori begitu pendek.

" Untuk anak begitu kurus udah segera memperoleh perawatan di puskesmas atau sarana kesehatan yang lain, " kata dia.

Menurut Endang, berdasar pada sebarannya anak pasien gizi jelek paling banyak diketemukan di kabupaten Kulonprogo capai 0, 81 %, diikuti Kota Yogyakarta 0, 69 %, Gunung Kidul 0, 53 %, Sleman 0, 4 %, serta Bantul 0, 38 %.

Kehadiran masalah gizi jelek, menurutnya, tidak selamanya ucapan berkorelasi dengan keadaan perekonomian satu daerah. Meski pada 2014, Pemda DIY menginformasikan angka kemiskinan alami penurunan, sebenarnya jumlah masalah gizi jelek malah naik capai angka 0, 51 %.

" Kita ingat th. 2014 ketersediaan pangan di DIY disebutkan surplus, namun malah angka gizi jelek naik, " kata dia.

Endang menerangkan, timbulnya masalah gizi jelek dipicu dari beragam elemen. Terkecuali peluang dipicu masalah ekonomi, juga dipicu pergeseran pola makan orang-orang terutama wanita sebagai calon ibu. Umpamanya, seandainya dulu orang-orang semakin banyak makan dirumah, saat ini semakin banyak yang makan diluar tempat tinggal, lantaran tuntutan pekerjaan atau keadaan yang lain.

" Terkecuali tak lagi memerhatikan elemen gizi, beli makanan di restoran atau tempat tinggal makan juga pasti memperhitungkan kekuatan ekonomi orang-orang utk beli, " kata dia.

Berdasar pada hasil survey Mengkonsumsi Makanan Individu pada 2014, menurutnya, grup umur produktif pada 15-55 th. di DIY terindikasi kekurangan konsumsi gizi saat puasa. Sesaat dari grup produktif itu 46 % salah satunya adalah wanita.

" Saat modal basic calon ibu sebelumnya menikah saja konsumsi gizinya kurang jadi saat menikah serta melahirkan, anak bakal berisiko kurang gizi atau menanggung derita cacat bawaan, " kata dia.

Menurut Endang, utk senantiasa menghimpit angka gizi jelek dan capai tujuan Pemda DIY yang mencanangkan penurunan angka sampai 0, 48 % pada 2017, Dinkes DIY selalu tingkatkan sosialisasi program 1. 000 hari Pertama Kehidupan (HPK) seseorang anak.

Progam 1. 000 HPK adalah peristiwa mutlak untuk mutu perkembangan anak. Program 1. 000 HPK, kata dia, yakni 270 hari didalam kandungan serta 730 hari dalam dua th. pertama sesudah lahir.


Atas
   
 
 Subjek post: Re: Kasus Gizi Buruk
PostDipost: Jum Agt 05, 2016 1:30 am 

Bergabung: Jum Feb 06, 2015 5:35 pm
Post: 81
puisi persahabatan

puisi ibu


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 4 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY