Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Jum Des 13, 2019 1:57 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sel Sep 19, 2017 6:23 pm 

Bergabung: Min Mei 17, 2015 1:49 am
Post: 38
Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan kembali temukan satu masalah balita pasien gizi jelek. Bersama diketemukannya satu masalah di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari itu, selama th. ini telah ada 14 balita yang diketemukan menanggung derita gizi jelek.
Kepala Bagian Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah menyebutkan, Novel Saputra diketemukan bersama berat cuma 3, 6 kg. Walau sebenarnya anak buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari itu telah berumur 3, 3 bulan. " Bayinya dilarikan ke rumah sakit karna tv indosiar keadaannya telah memprihatinkan, " katanya, Jumat (8/9/2017).
Pemkab Nunukan sekarang ini tengah gencar mencari pasien gizi jelek. Pencarian dikerjakan sampai ke perkampungan kecil juga mes-mes perusahaan. Novel adalah satu diantara balita yang diketemukan dalam pencarian disebut. Ramsidah bercerita, keadaan pasien begitu memprihatinkan karna kurus kering bersama keadaan rumah yang mengenaskan.

" Kami tidak tega. Maka dari itu segera kami minta dibawa ke rumah sakit. Kami memohon kemudahan cost, " katanya.
Angka pasien gizi jelek di Kabupaten Nunukan bertambah pada th. ini dibanding th. terlebih dulu. Bila pada 2016 terdaftar 8 masalah pasien gizi jelek yang diketemukan, th. ini sampai Juli sudah diketemukan 13 masalah. Terakhir diketemukan sekali lagi satu masalah.
" Mulai 2016 tak ada membaiknya itu kesehatan balita pasien gizi jelek di PT BSI. Jadi makin naik jumlah penderia gizi jelek. Kami memberi peringatan pada perusahaan, " katanya.
Dia menyebutkan sampai kini live streaming indosiar service kesehatan pada orang-orang, masih tetap begitu kurang. Walau sebenarnya harusnya itu dikerjakan setiap waktu. Hal semacam ini, kata dia, karena minimnya perhatian perusahaan serta minimnya kesadaran orang-orang pada kesehatan.
Terkecuali kemiskinan, gen atau keturunan jadi penyebabnya beda terjadinya masalah gizi jelek. Sesaat perlakuan masalah yang cuma terlalu fokus pada gizi jelek buat masalah gizi kurang tidak teratasi dengan maksimum. Belum juga aspek kesehatan lingkungan tempat orang-orang menetap.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY