Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Jum Des 13, 2019 1:58 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Rab Des 13, 2017 7:13 am 

Bergabung: Jum Feb 06, 2015 5:35 pm
Post: 81
SDGs Lira jadi sisi dari Lira (Lumbung Info Rakyat) membidik bisa lakukan perbaikan gizi anak di Indonesia. Sesuai sama data Kementerian Kesehatan RI, sekarang ini jumlah anak kekurangan gizi di Indonesia menjangkau 17%.

“Di Indonesia, ada 27 juta rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan serta 17% anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Ini mesti jadi perhatian Pemerintah serta orang-orang, bagaimana langkahnya turunkan angka kemiskinan serta kekurangan gizi untuk menuju Sustainable Development Goals (SDGs), ” kata Hana Fadel, ketua SDGs Lira di sela Pelantikan Pengurus DPP Wanita Lira serta Pengurus SDGs Lira di Jakarta, Kamis (7/12).

Langkah awal yang dikerjakan SDGs Lira, terang Hana Fadel, yaitu bekerja sama juga dengan Kampus Padjajaran (Unpad), Bandung untuk memperoleh data serta pemetaan daerah atau propinsi mana saja. “Unpad yang mempunyai data, bahkan juga data sekarang ini yang dipegang Bappenas yaitu data dari Unpad. Unpad sudah buat data demikian lengkap, dengan 34 propinsi ada yang tingkat pendidikannya telah baik. Tapi ada pula yang masih tetap rendah. Seperti misalnya untuk kelompok miskin, itu di NTT, Papua, Papua Barat. Angka kemiskinan begitu tinggi disana, ” ungkap Hana.

“Kalau kekurangan gizi nyaris rata rata di daerah sisi timur. Hingga kelak streaming bola kami sesudah pelantikan ini juga akan buat program yg tidak terlepas dari program SDGs dan searah dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Kita juga akan bersamaan searah. Tinggal kelak kita juga akan ditetapkan oleh bappenas, dimana Lira ini juga akan bergerak, ” lanjut Hana.

Persoalan gizi jelek atau kekurangan gizi, kata Hana, disebabkab karna tidak meratanya pembangunan. Contoh saja, di Indonesia sisi timur angka kemiskinannya masih tetap tinggi di banding Indonesia sisi barat. Kuncinya yaitu di pemerataan pembangunan.

“Misal, Sulawesi itu tanahnya luas. Tapi masyarakat nya sedikit. Sesaat di Jawa tidaklah terlalu luas, tapi penduduknya padat hingga biaya kesehatan juga besar. Nah automatis di Indonesia Timur, anggarannya kurang karna penduduknya sedikit, walau sebenarnya wilayahnya luas sekali. Jadi kita berharap dengan mapping dari Unpad ini, automatis biaya serta program yang dbuat oleh pemerintah jalan dengan pas tujuan, ”
tutur Hana.

Maksud Pembangunan Berkepanjangan (Sustainable Development Goals/SDGs) yaitu 17 maksud dengan 169 capaian yang terarah serta tenggat yang sudah ditetapkan oleh PBB jadi agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia. Maksud ini dicanangkan dengan oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 jadi ambisi pembangunan dengan sampai th. 2030.

17 maksud SDGs salah satunya yaitu tanpa ada kemiskinan, tanpa ada kelaparan, kehidupan sehat serta sejahtera, pendidikan berkwalitas, kesetaraan gender, air bersih serta sanitasi layak, daya bersih serta terjangkau, dan sebagainya.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY