Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Kam Des 12, 2019 11:41 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sen Apr 30, 2018 2:48 pm 

Bergabung: Min Mei 11, 2014 6:02 pm
Post: 68
Konferensi besar (konbes) ke-XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Ambon resmi ditutup, Minggu (29/4/2018). Konbes yang mengusung tema Rejunivasi Gerakan Perempuan dari Indonesia Timur itu menghasilkan beberapa rekomendasi dari hasil sidang pleno yang diikuti 34 pengurus wilayah dan sejumlah pengurus cabang di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menuturkan, rekomendasi dalam bidang politik, Fatayat NU mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya perempuan untuk menjadi agen perdamaian. Fatayat NU mengimbau masyarakat untuk menerapkan demokrasi sehat.

“Di tahun politik semua hal bisa terjadi termasuk ancaman perpecahan. Maka perempuan sangat berpotensi untuk mampu meredam konflik dengan cara yang baik,” tutur Anggia, Minggu (29/4/2018).

Fatayat NU mengimbau perempuan Indonesia yang memiliki potensi untuk ikut berpartisipasi dalam kancah politik. Hal itu dikarenakan masalah ketertinggalan perempuan di ranah politik dan kebijakan publik masih minim.

“Apabila perempuan potensial terjun di dalamnya maka risiko masalah anak dan perempuan di Indonesia bisa lebih diminimalisir,” ujar dia.

Dalam hal ekonomi, Fatayat NU mendorong berbagai pihak dan kementerian terkait untuk memperhatikan peluang bagi perempuan. Aturan dan kebijakan yang diproduksi seharusnya juga ramah perempuan. Fatayat NU meminta pemerintah untuk membuka akses tv streaming trans7 yang lebih mudah bagi perempuan yang ingin menggeluti dunia usaha.

Rekomendasi kedua, lanjut Anggia dalam bidang advokasi dan hukum. Menurut dia, Fatayat NU mengajak seluruh perempuan untuk lebih sensitif terhadap ancaman kekerasan seksual dan fisik. Tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga untuk anak-anak. Pasalnya, angka kekerasan terhadap ibu dan anak setiap tahun terus meningkat.

“Fatayat NU mendorong pemerintah baik legislatif, eksekutif, kepolisian, dan seluruh pihak agar lebih serius dalam penanganan kasus ini,” ucapnya.

Fatayat mengajak seluruh organisasi perempuan untuk terus memperjuangkan masalah kawin anak. Tercatat, Indonesia masih menempati urutan kedua di Asia Tenggara dengan jumlah kawin usia anak terbesar.

Pada masalah kesehatan, Fatayat NU serius menangani kasus gizi dan tumbuh kembang anak. Sampai saat ini, Fatayat NU masih aktif terlibat dalam upaya pencegahan stanting. Selain itu, berbagai program dan kerja sama dilakukan untuk mengkampanyekan gerakan cegah stanting. “Kegiatan ini demi menjaga kualitas generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Anggia mengatakan, fenomena PTM (penyakit tidak menular) di Indonesia terus meningkat. Hal itu dikarenakan, lanjut dia, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dini. Salah satu yang harus menjadi perhatian khusus yakni ancaman kanker serviks bagi perempuan Indonesia.

Menurut dia, Fatayat NU mendorong seluruh perempuan Indonesia untuk bersama-sama menggulirkan gerakan sadar sehat. Selain itu juga pemerintah dan pihak terkait yang menjadi kunci penting dalam menjaga kekuatan bangsa melalui kondisi masyarakatnya yang sehat.

“Dari segala aspek di atas, hal utama yang dibutuhkan adalah kerja sama lintas sektor, kerja keras semua pihak termasuk organisasi perempuan,” kata Anggia.

Gerakan pemberdayaan perempuan dari Timur Indonesia dalam agenda Konbes Fatayat NU juga menghasilkan rekomendasi internal yang terinspirasi dari sumber daya perempuan Maluku. Di antara lain, pentingnya membangun wawasan perempuan tentang literasi digital.

Anggia menilai, potensi perempuan akan lebih maksimal jika ditunjang dengan pemahaman tentang teknologi. Paling tidak, masyarakat perempuan memiliki kemampuan dalam memasarkan hasil produk, menggali wawasan, dan memberdayakan perempuan lain.

“Jadi rekomendasi internal untuk literasi digital adalah kami mengupayakan terbentuknya Fatayat TV sebagai media untuk mengakomodir dan mengeksplorasi potensi perempuan lebih maksimal,” ujar Anggia.

Perhelatan Konferensi Besar Fatayat NU ditutup malam ini dengan pesta rakyat dan parade budaya di pesisir pantai area Islamic Center Ambon.

_________________
yalla shoot


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
POWERED_BY