Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Kam Feb 20, 2020 1:34 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sab Jul 29, 2017 9:16 pm 

Bergabung: Jum Feb 06, 2015 5:35 pm
Post: 81
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) M Amien Rais dimaksud terima transfer dana sampai Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan (alkes) manfaat menghadapi peristiwa mengagumkan (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Problem Kesehatan.

" Ada aliran dana dari Partner Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yakni Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) ataupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri, " kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto waktu membacakan tuntutan bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (31/5) malam.

Menurut jaksa, pemenang project pengadaan itu yakni PT Indofarma Tbk yang ditunjuk segera Siti Fadilah serta terima pembayaran dari Kemenkes lantas membayar suplier alkes yakni PT Partner Medidua.

" Setelah itu PT Partner Medidua pada 2 Mei 2006 kirim uang sebesar Rp 741, 5 juta serta pada 13 November 2006 kirim sebesar Rp50 juta ke rekening punya Yurida Adlanini yang disebut serketaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF), " kata jaksa Iskandar.

Pada dana itu, Nuki Syahrun sebagai ketua Yayasan SBF memerintahkan Yurdia untuk mengubahbukukan beberapa dana pada rekening pengurus PAN, Nuki Syahrun serta Tia Nastiti (anak Siti Fadilah). Pengiriman dana dari PT Partner Medidua pada Yayasan SBF yang lalu beberapa ditransfer ke rekening pengurus DPP PAN sudah sesuai sama arahan Siti Fadilah untuk menolong PAN.

" Rekening Yurida dipakai untuk menyimpan dana yang masuk lalu berniat digabung dengan dana pribadi dengan maksud sembunyikan asal-usul serta pemakainnya. Buktinya tak ada laporang keuangan yang di buat baik oleh Yurida ataupun Nuki Syahrun atas transaksi keuangan itu, " lebih jaksa Iskandar.

Pada dana yang masuk ke rekening punya Yurida setelah itu Nuki sebagai Ketua Yayasan SBF memerintahkan untuk mengubahbukukan beberapa dana pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan kedekatan dengan terdakwa salah satunya pada 26 Desember 2006 ditransfer ke rekening Sutrisno Bachir sebesar Rp 250 juta

Lalu, pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 50 juta. Pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta. Pada 13 April 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta. Pada 1 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta serta rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 15 juta.

Setelah itu, pada 21 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta. Pada 13 Agustus 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta. Pada 2 November 2007 ditransfer ke rekening Tia Nastiti sebesar Rp 10 juta serta M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.

Dalam perkara ini, Siti Fadilah dituntut 6 th. penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan tv one streaming ditambah keharusan membayar uang pengganti sebesar Rp 1, 9 miliar subsider 1 th. kurungan.

Dalam dakwaan pertama Siti Fadilah Supari didakwa merugikan keuangan negara sejumlah Rp6, 1 miliar dalam aktivitas pengadan alat kesehatan (alkes) manfaat mengantispasi peristiwa mengagumkan (KLB) 2005 pada Pusat Penaggulangan Problem Kesehatan (PPMK) dengan lakukan penunjukan segera (PL) pada PT Indofarma Tbk.

Ia dimaksud memohon Mulya A Hasjmy sebagai kuasa pemakai biaya serta petinggi pembuat prinsip lakukan penunjukkan segera pada PT Indofarma hingga memperkaya PT Indofarma Tbk beberapa Rp1, 597 miliar dan memperkaya PT Partner Medidua beberapa Rp4, 55 miliar hingga keseluruhan merugikan keuangan negara beberapa Rp6, 148 miliar.

PT Indofarma Global Medika ditunjuk Siti jadi relasi untuk melaksanaan pengadaan stock penyangga (buffer stok) itu karna direktur perusahaan itu Ary Gunawan datang dengan Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF) Nuki Syahrun yang adik ipar Sutrisno Bachir, Ketua PAN waktu itu.

Siti juga dinilai jadi Menteri Kesehatan menyalahgunakan kewenangan atau peluang yang ada kepadanya jadi menkes ataupun pemakai biaya dengan mengarahkan aktivitas pengadaan alkes dengan menerbitkan surat penunjukkan segera.

" Hingga menyebabkan Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Diana Cici ataupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri memperoleh keuntungan hingga unsur supaya diri serta orang yang lain memperoleh keuntungan sudah tercukupi dalam perbuatan terdakwa, " ungkap jaksa Iskandar.

Dalam dakwaan ke-2, Siti Fadilah dinilai terima suap sebesar Rp1, 9 miliar karna sudah menyepakati revisi biaya untuk aktivitas pengadaan alat kesehatan (alkes) I dan memperbolehkan PT Graha Ismaya jadi penyalur pengadaan Alkes I itu.

Suap itu berbentuk Mandiri Traveller Cheque (MTC) beberapa 20 lembar sejumlah keseluruhan Rp500 juta dari Sri Rahayu Wahyuningsih sebagai manager Institusi PT Indofarma Tbk serta dari Rustam Syarifudin Pakaya sebagai Kepala Pusat Penanggulangan Krisis atau PPK Depkes yang didapat dari Dirut PT Graha Ismaya Masrizal beberapa Rp1, 4 miliar juga berbentuk MTC. Hingga totalnya yaitu Rp 1, 9 miliar.

Siti memberinya pada adiknya Rosdiyah Endang Pudjiastuti untuk diinvestasikan di PT Sammara Mutiara Indoensia yang diwakilkan Jefri Nedi serta setelah itu ditrasfer ke rekening PT Manunggal Muara Palma, PT Tebo Indah (punya Jefri Nedi), ditransfer ke PT City Pacific Securities dalam rencana transaksi jual beli saham di BEJ, ditranfer ke rekening Jefri di Bank Permata sedang selebihnya cost operasional PT Sammara Mutiara Indonesia.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY