Forum Diskusi

Media komunikasi interaktif
Sekarang ini Jum Mei 24, 2019 2:18 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




   [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sab Apr 20, 2019 11:36 am 

Bergabung: Min Mei 17, 2015 1:49 am
Post: 38
Dalam serangkaian kunjungan kerja ke World Bank Group-International Monetary Fund Spring Meeting, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengikuti acara Financing Universal Health Coverage (UHC): Aligning Around a Country-Led Vision di Washington DC.

“Komitmen tinggi Pemerintah Indonesia buat capai akses kesehatan universal atau UHC sudah dialih bahasa ke keputusan pembangunan kesehatan Ide Pembangunan Periode Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Maksud pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 tidak sekedar buat menambah status kesehatan serta gizi masyarakat, tapi pun buat menambah pemerataan service kesehatan serta perlindungan finansial,” kata Bambang dalam info tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Ia memberikan, bicara perlindungan finansial, perubahan Indonesia nampak cukuplah menjanjikan, mengingat 3,61% populasi masih tetap menantang kondisi pembayaran sarana kesehatan bersama prinsip out-of-pockets.

Angka itu masih tetap ada dibawah rata-rata beberapa negara lainnya, yaitu 9,2% hingga perlihatkan Indonesia masih tetap lebih baik dalam menanggung perlindungan finansial masyarakatnya. Akan tetapi, walau perlindungan finansial sukses capai obyek sejumlah besar masyarakat, Indonesia konsisten butuh menambah akses serta kwalitas service kesehatan buat capai UHC.

Sebatas kabar, UHC yaitu prinsip pemerintah di penjuru dunia buat menambah kesehatan masyarakatnya yang punyai efek langsung pada kwalitas SDM negara itu. Bersama pastikan akses ke service kesehatan yang bermutu, warga bisa menjadi lebih produktif serta anak-anak berubah menjadi sehat serta berprestasi di sekolah.

Bersama perlindungan kemungkinan finansial, warga di hindari masuk ke lingkaran kemiskinan yang lebih dalam sebab mesti membayar cost kesehatan yang besar sekali.

“UHC yaitu bagian penting dari pembangunan terus-terusan serta pengurangan kemiskinan, serta berubah menjadi bagian kunci dalam kurangi kontradiksi sosial,” ujarnya.

Dalam Global Monitoring Report on Tracking Universal Health Coverage 2017, WHO serta World Bank gunakan dua sinyal buat mengawasi perubahan negara ke arah UHC. Tidak hanya perlindungan finansial, sinyal yang lain yaitu indeks lingkup service streaming persib yang perlihatkan tingkat lingkup service mendasar, seperti kesehatan reproduksi, kesehatan ibu serta anak, pengendalian penyakit, dan kemampuan serta akses service.

Pada 2015, tingkat lingkup service amat beragam di semua negara, mulai 22 (paling rendah) serta 86 (paling tinggi). Indonesia ada di dalam bersama indeks 49.

Dibanding bersama beberapa negara lainnya di lokasi Asia Tenggara, lingkup service mendasar di Indonesia masih tetap rendah, perlihatkan kalau ada fragmen populasi yang tdk punyai lingkup penuh bersama service kesehatan mendasar.

Buat capai UHC, Indonesia mesti berinvestasi dalam service kesehatan publik, termasuk juga service kesehatan ibu, bayi, serta anak dan perbuatan serta perawatan promotif serta preventif penyakit tdk menebar. Ke-2, menguatkan faktor segi supply SDM, farmasi serta perabotan kesehatan, infrastruktur, serta skema kabar kesehatan.


Atas
   
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
   [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 0 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
POWERED_BY