No Stunting, Indonesia Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting. Gizi Baik, tinggi dan berprestasi

2 Responses to “Undangan Pertemuan Review Surveilans Gizi Kabupaten dan Kota”

  1. onat mengatakan:

    sebenarnya kualitas dan akurasi angka cakupan harus dibantu dengan pengolahan komputer, dengan demikian cukup diperlukan data by name /balita/sehingga setiap balita memiliki nomor register (berdasarkan data tgl lahir,bulan penimbangn,sex,BB,setiap bulannya dan dpt vit A Feb/Maret dan Ags/Sept akan tercoverage data D,B,O,D’,N,2T per kelompok umur,Vit A,BGM,bahkan status gizi dan responsif gender) selain itu juga data by institusi/posyandu (data S,K,Pos lapor setiap bulannya) untuk itu register yang ada di posyandu, harus ada copynya juga di puskesmas. Sehingga tidak lagi diperlukan format pelaporan LB3 gizi atau format kinerja seperti yang website. Untuk itu hanya dibutuhkan software pengolahan sederhana untuk analisis SKDN dan BGM dan bonus status gizi dan responsif gender. Sedangkan RR yang dibebankan pada Puskesmas, yaitu Gizi buruk dpt perawatan bulanan,Fe3 bulanan utk dikumulatifkan dan Vit A Bufas bulanan utk dikumulatifkan serta laporan semesteran saja (MP-ASI,ASI Eksklusif dan Garam beryodium)

    • Carol mengatakan:

      Sdr Angger yang kami hormati, teimra kasih atas tanggapan dan pertanyaannya.Perlu diketahui bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memiliki strategi guna meningkatkan derajat kesehatan khususnya melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu strategi tersebut yakni Meningkatkan revitalisasi posyandu dengan bertitik berat pada pemanfaatan posyandu secara terpadu. UPT Puskesmas sebagai perpanjangan tangan dari DInkes menjadi pembina wilayah khususnya dalam pembinaan teknis Posyandu. Namun demikian perlu dipahami bersama bahwa Posyandu adalah salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.Oleh karena itu, peran serta dari masyarakat dibutuhkan. Saudara juga dapat meminta pembinaan teknis baik pemberian makanan tambahan atau gizi maupun pengkaderan melalui Puskesmas setempat. Permasalahan yang Anda sampaikan menjadi masukan berharga bagi kami guna senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.Terima kasih.

Leave a Reply